SANUR NEWS, Jakarta. Sabtu (26/10), terlihat beberapa anak kelas tujuh yang memakai kaos bebas dengan rok kotak-kotak khas Sekolah Santa Ursula. Ternyata, mereka adalah kesepuluh peserta lomba Peace Poster Contest 2013-2014 yang mewakili SMP Santa Ursula, yaitu Gitta, Callista, Sonia, Penelope (7-1), Maura (7-2), Dita, Amara (7-3), Megan, Michelle, dan Hanie (7-4). Tahun ini, lomba diadakan di Tebet Green  Mall.

Asal tahu saja, Peace Poster Contest, atau disebut juga “PPC” adalah lomba menggambar poster bertema dasar peace, yang diadakan setiap tahun oleh Lions Club International di seluruh dunia.Tidak semua orang bisa mengikuti lomba ini, karena salah satu syaratnya adalah sekolah yang berpartisipasi harus disponsori oleh lembaga penyelenggara lomba ini.Lalu, peserta harus berusia 11 sampai dengan 13 tahun.

Lomba ini diadakan agar anak-anak dapat memahami dan menuangkan wujud perdamaian menurut pendapat masing-masing dalam gambar.

Sebelum berangkat ke tempat perlombaan, kesepuluh peserta berkumpul terlebih dahulu di aula SMP dengan Anton, sang guru pendamping. Erna, guru yang tak sengaja melintas di depan mereka memberikan nasihat, katanya, “… Kesempatan ini akan menjadi pengalaman yang seru untuk kalian, karena mengikuti lomba internasional. Kalau misalnya tidak menang gapapa, kanyang penting kalian sudah berusaha semaksimal mungkin. Semangat, ya,dan semoga sukses!“

Sekitar pukul 7.30 WIB, mereka pun berangkat dengan mobil Megan, Dita, dan Gitta.“Duh, Pen, Git, gue takut, deh.Gue kan belom pernah ikut lomba beginian…,” kata Sonia saat di perjalanan.Ia terlihat panik saat itu. Namun, akhirnya kepanikannya hilang saat sudah menempati tempat duduknya saat lomba.

 Sebelum lomba dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan acara pembukaan oleh Gubernur Distrik 307-B1 (Indonesia), DG Harianto Setiadinata.

Akhirnya, lomba pun dimulai sekitar pukul 9.30 WIB.Para peserta terlihat serius mengerjakan gambarnya masing-masing.Lomba berjalan selama tiga jam.

Ada yang sudah selesai kurang dari tiga jam, namun juga terlihat ekspresi panik dari sebagian besar peserta pada detik-detik terakhir waktu lomba—gambar mereka belum selesai! Untung saja, tiba-tiba muncul berita gembira dari panitia, yaitu waktu ditambah lagi selama lima puluh menit.Sorak-sorai pun menggema dari seluruh area lomba.

Tak terasa, tambahan waktu pun habis.Namun,tetap saja ada beberapa gambar yang tidak selesai.Saat itu, semua memang sudah pasrah.

Pada pukul 14.30 WIB, hasil lomba diumumkan, yaitu 42 karya terbaik. Bagi karyanya yang terpilih akan maju ke tingkat berikutnya, yaitu tingkat distrik (nasional).

Senang sekali SMP Santa Ursula, karena ada lima anak yang masuk ke 42 karya terbaik, yaitu karya mlik Gitta, Callista, Maura, Dita, dan Megan.

“Wah, aku seneng banget karena bisa masuk 42 besar,” kata Megan.“Gak nyangka, deh!

Lain lagi dengan jawaban Callista saat diwawancarai. “Syukur, deh, masuk 42 besar… Akhirnya ke-gempor-an guedudukmulu empat jamgak sia-sia… Seneng, deh!”

Selama beberapa hari, teman-teman ramai memberi selamat kepada para pemenang dari SMP Santa Ursula, entah dari blackberry messenger mau pun twitter.Kalimatnya berbeda-beda dari masing-masing orang, mulai dari yang biasa saja sampai yang lucu-lucu dan rak masuk akal.

“Selamat, ya, Callista, Dita, Maura, Dita, dan Gitta!,” demikian Sandrine, siswi kelas VII-1, memulai tweet-nya. “Bagi-bagi, ya, hadiahnya..fifty-fifty gituloh... Jadisertifikatnya dirobek aja jadi dua..Gapapa deh :P”

Hari ini memang berkesan sekali bagi para peserta lomba, khususnya para pemenang. Bagi yang belum berhasil, pengalaman ini dijadikan semangat untuk berusaha lebih baik lagi pada kesempatan lain.