Berkeliling di Dunia Air Tawar

SANUR NEWS, Jakarta. Jumat, 6 Desember 2013, seluruh siswi kelas tujuh SMP Santa Ursula mengunjungi Akuarium Air Tawar setelah dua jam mengeksplorasi PP IPTEK. Di tempat ini, setiap siswi diberi tugas untuk mengisi LKS yang diberikan, juga mencari informasi dan foto ikan favorit masing-masing yang ada di sana.

Ikan yang berada di tengah-tengah bagian terdepan Akuarium Air Tawar sangat menarik perhatian siswi. “Lucu sekali ikan ini…,” ujar Brigitta, seorang siswi kelas VII-1. “Moncongnya mirip seperti platypus. Lalu juga terlihat seperti hiu kecil. Namanya mississippi paddlefish.”

Terlihat pula seorang anak berambut pendek yang berjalan terengah-engah. “Aku cape banget, nih, nyari ikan arapaima,” ujar anak yang bernama Jeslin ini. “Eh taunya ada di ruangan kedua dari depan.”        Semua anak memang harus mencari ikan ini, karena ada suatu soal di LKS yang menanyakan penyebarannya. Selain harus mencari ikan arapaima, murid juga harus mencari macam-macm species siluk (arwana). Species yang ada antara lain siluk nil, siluk kuning, dan lain-lain.

Di samping mengelilingi tempat untuk mengisi LKS, sempat-sempatnya anak-anak membeli  berbagai cinderamata. Ada gantungan kunci, kalung, gelang, dan lain-lain. Cinderamata itu ingin diberikan kepada orang-orang di rumah, teman-teman yang tidak ikut berwisata karena harus mempersiapkan pentas seni peringatan 155 tahun Sekolah Santa Ursula, atau untuk diri sendiri.

 Akhirnya, saat banyak yang sudah selesai mengerjakan LKS dan memilih ikan favorit, Ibu Meike, sang guru pendamping, menyuruh semuanya berpindah ke Dunia Serangga.     

Kegiatan ini sangat mengasikkan karena selain belajar dengan menghadapi objek langsung kita juga bisa refreshing karena sudah selesai ulangan umum dan memasuki kegiatan-kegiatan pasca ulum.Kami berterima kasih karena diajak untuk mengunjungi tempat ini. Semoga kami semakin semangat belajar dan semakin mencintai dunia makhluk hidup yang lain.

 

 KERENNYA DUNIA SERANGGA

 SANUR NEWS, Jakarta. Jumat (6/12), walau sudah lelah sehabis berkunjung ke PP IPTEK dan Dunia Air Tawar, semangat semangat anak-anak kelas tujuh SMP Santa Ursula tidaklah surut. Kali ini mereka berebutan masuk ke Dunia Serangga, sehingga terjadi keramaian di depan gedung.

Saat masuk, ada yang mulai mengerjakan LKS yang sudah disediakan, ada yang memotret koleksi serangga di sana, dan ada pula yang mengamati serangga-serangga itu satu per satu. “Seru nih... serangganya unik-unik dan menarik semua.” ujar salah satu peserta. “Tapi agak bingung, nih, soalnya LKS-nya sulit dijawab.” sahut peserta lainnya.

Pertama kali masuk ke Museum Serangga ini, pengunjung sudah disuguhi oleh kumpulan serangga kecil, dan didominasi oleh kupu-kupu. Semua itu diawetkan di dalam sebuah prisma segitiga. Setelah masuk lebih dalam lagi, di depan mata ada berbagai serangga yang telah diawetkan dan disusun dengan baik dan rapi.

Setelah mengamati serangga-serangga yang ada, anak-anak ada yang menyerbu sebuah pintu untuk menuju taman. Di taman itu, terdapat berbagai kupu-kupu yang hidup. Namun di sana terjadi kehebohan karena ada anak yang tidak berani terhadap kupu-kupu, sehingga saat serangga ini mendekat, mereka langsung berteriak!

Tak lupa, ada toko souvenir yang menjual berbagai hasil kerajinan dari serangga yang diawetkan.

Selesai berkunjung ke Museum Serangga, anak-anak pun kembali ke bus untuk kembali ke sekolah. Namun hujan tiba-tiba turun dan mereka pun berlarian menuju bus. Saat akhirnya masuk ke bus, di sana-sini terdegar kepanikan dari anak-anak. “Duh, ini kertasnya basah kena hujan!” seru salah satu murid di bus 6.

Walau begitu, semuanya tetap senang. “Pokoknya hari ini seru banget, mudah-mudahan ada study tour seperti ini lagi!!” ucap salah satu peserta antusias. “Apalagi kalau hujan seperti ini… Makin seru, deh!”

 

PP IPTEK, HERE WE COME!

SANUR NEWS, Jakarta. Jumat (6/12), wajah antusias siswi-siswi SMP Santa Ursula sangat terlihat jelas. Hari tersebut adalah hari yang sangat dinantikan oleh mereka, karena pada hari itu, mereka akan pergi ke TMII bersama seluruh anggota SMP Santa Ursula dari kelas tujuh sampai kelas sembilan. Tetapi mereka pergi ke tempat yang berebeda-beda sesuai dengan materi pelajaran tiap tingkata kelas. Sebelum berangkat, setiap anggota kelas tujuh dibagikan LKSy ang akan menjadi panduan saat pergi ke tempat yang akan dituju. “Eh buset! Tebel banget!” ucap beberapa siswi melihat LKS yang dibagikan.

Di dalam bus, mereka terlihat sangat ceria, sambil terus bernyanyi bersama sesuai musik yang diputar. Terkadang terdengar canda dan tawa anak-anak yang mendengar mereka bernyanyi. “Cepet banget nyampe-nya,” ujar salah satu siswi yang selanjutnya diikuti lirikan mata anak-anak lain ke luar jendela agar dapat melihat samapi di mana mereka.

Tempat tujuan pertama siswi kelas tujuh adalah PP IPTEK. Tempat tersebut berisi alat-alat percobaan IPA.  Siswi terlihat antusias berputar dan berpencar ke tempat yang mereka ingInkan, sekaligus untuk mengerjakan LKS yang sudah dibagikan.  Setelah puas mengeksplorasi berbagai macam alat-alat percobaan yang disediakan di lantai satu, mereka naik ke lantai dua untuk  melihat percobaan dari kakak pembimbing. Beberapa percobaan disajikan di sana. Dalam tiap percobaan, sang kakak pembimbing juga meminta satu anak untuk membantunya. Percobaan pertama adalah percobaan tentang air di dalam botol plastic yang dapat berubah warna setelah dikocok, dari putih ke biru. Para siswi lain yang menyaksikan terlihat takjub. Pecobaan berikutnya adalah tentang ketahanan balon di tempat yang panas. “Aih! Kaget dah!,” seru salah satu siswi yang karena mendengar letusan balon secara tiba-tiba.

Menelusuri PP IPTEK menurut beberapa siswi memang sangat seru, karena di sana mereka bisa mencoba berbagai benda-benda yang sebelumnya belum pernah mereka lihat dan rasakan. Para guru juga tidak mau ketinggalan menikmatinya. Sebut saja Bu Meike yang bermanuver di atas sebuah sepeda yang berjalan di seutas kabel/tali. Dikarenakan berat badannya yang mencukupi syarat, maka beliau mencobanya. Anak-anak sontak berteriak dan bersorak kaget melihat aksi tersebut. Beberapa memutuskan untuk mengambil gambar aksi tersebut dengan kamerannya, bahkan ada yang sampai merekamnya!