REKOLEKSI KELAS VII 

SMP SANTA URSULA

tepatnya hari Senin, kelas VII mengadakan rekoleksi untuk para murid dan orang tua.Acara dimulai pukul 07.30 s.d. 18.00 WIB.  Murid –murid diberi kesempatan mengikuti rekoleksi agar mereka dapat nyaman belajar di sekolah. Hari itu, kami murid kelas VII-4 diantar menuju ke ruang serbaguna atau ruang kaca. Pertama - tama, Suster  Noorwindhi Kartika Dewi ,OSU selaku kepala sekolah , memberikan kata pembuka dengan kata kata yang indah. Lalu diteruskan oleh Sr. Margriet , OSU. Suster Margriet,OSU.  pertama kali adalah menjelaskan tentang hubungan anak-anak atau murid-murid dengan orang tua.

 Kami ditunjukan sebuah video pendek tentang seorang anak yang marah-marah kepada ayahnya, karena ayahnya menanyakannya “apakah itu?”kepada anaknya sebanyak empat kali dan menunjuk ke sekumpulan burung gereja. Anaknya menjawab tetapi lama kelamaan nada marah - marah, dan akhirnya, ayahnya mengambil sebuah buku harian tua, dan menunjukan sebuah halaman, tertulis bahwa anaknya pernah menanyakan hal yang sama 21 kali dan ayahnya DENGAN SABAR SEMUA PERTANYAAN ANAKNYA. Cerita ini sangat menyentuh hati anak - anak VII-4, dan sangat menginspirasikan semua murid kelas VII.

Setelah itu, kami juga diajak bermeditasi, bukan hanya saat itu, namun di rumah juga harus melakukan meditasi, meluangkan waktu 10-15 menit setiap harinya. Kami diajak untuk diam dan menghilangkan pikiran kita sejenak. Kita juga diajak untuk bermeditasi. Menurut teman-teman, meditasi dapat menghilangkan stres sejenak.

Sehabis bermeditasi, sekitar pukul sebelas, kami diberi snack siang, untuk mengisi perut kami yang sejak pagi belum makan ini. Setelah makan, kami  dibawa ke ruang kesenian. Kami  diajak untuk menulis nama kami di suatu kertas A3 dan kami  diajak untuk menukar lembar tersebut dengan teman kita dan menulis hal - hal yang positif dari orang tersebut yang kertasnya kami dapatkan. Menurut teman-teman, sesi ini sangat menyenangkan dan kami dapat mengetahui perasaan orang lain terhadap kami.

Saat sesi ini selesai, kami disiapkan  makan siang   di kantin. Setelah makan, kami dikumpulkan kembali di ruang serba guna dan kami harus menceritakan tentang apa yang kami lakukan pada saat sesi kami di ruang kesenian ke orang tua. Ada beberapa orang tua yang ditanyakan perasaannya terhadap pendapat teman-temannya dan rata rata mereka tidak heran karena sifat mereka memang selalu begitu.

Setelah sesi itu, kami diajak untuk menonton sebuah film berjudul“ I’m Not Stupid 2”. Ceritanya tentang sebuah keluarga kaya namun mereka tidak pernah mendengarkan anak-anaknya. Keluarga tersebut terdiri atas 2 anak dan sepasang suami - istri. Anak yang lebih besar dipanggil Tom, dan yang lebih kecil Jerry. Tom adalah anak yang nakal, yang selalu dimarahi oleh ibunya. Ia berbakat dalam membuat blog, namun ibunya selalu ingin pintar dalam bahasa Mandarin. Tom tidak menyukai bahasa Mandarin,dan ibunya tidak menyadari bahwa ia tidak mempunyai bakat dalam bahasa Mandarin dan selalu memaksanya mendapatkan nilai 100. Ibunya tidak peduli atas bakatnya yaitu membuat blog, walaupun ia telah meraih juara 1 di suatu lomba. Karena kesal kurang diperhatikan orang tuanya, Tom ikut sebuah geng preman yang sangat buruk, mengajarinya merokok, menggunakan anting - anting, dan lain - lain. Sampai akhirnya, orang tuanya membaca blog-nya tersebut, dan akhirnya mereka menyadari bakatnya, dan berusaha untuk lebih peduli padanya. Sampai pada akhirnya , papanya Tom bisa mengambil keputusan yang tepat di saat kritis TOM terlibat dalam perkelahian dan papanya bersedia datang walaupun harus meninggalkan ruang  presentasi produk baru handphone tercanggih dari perusahaannya. Ada yang lebih mengharukan yaitu saat papanya berani dan mau merendahkan diri (memintakan maaf untuk anaknya)  untuk melepaskan anaknya dari kesalahpahaman.

Hal yang sama terjadi pada Jerry, adiknya. Adiknya itu sangat pintar. Suatu hari, Jerry ditunjuk untuk menjadi pemeran utama dalam suatu drama musical sekolah. Jerry  sangat senang dan mengajak ayah ibunya untuk menonton, tapi ayah ibunya berkata bahwa mereka tidak mempunyai waktu. Teman – temannya mengejeknya bahwa orang tuanya tidak datang. Suatu hari, Jerry tertangkap mencuri uang dari sebuah restoran. Ayah ibunya dengan marah menanyakan mengapa ia mencuri, dan ia menjawab : “ Aku ingin membeli 1 jam dari waktu papa mamanya , dan uangku tidak cukup untuk membayarnya, jadi aku mencuri.” Dari kalimat itu, saya sangatlah terharu. Ayah ibunya sangat terharu, dan akhirnya mereka berusaha untuk lebih peduli padanya dan akhirnya ayah ibunya dan Tom, kakaknya menonton drama musical tersebut.

Sehabis menonton film ini, kami diajak untuk menyampaikan apa yang kami syukuri dalam hidup, apa yang kami sesali dalam hidup, dan apa yang kita mau didoakan oleh orang tua dengan orang tua kita masing-masing. Terlihat memang banyak teman  yang terharu, sehingga menangis, dan film itu sungguh menyentuh. Kemudian dilanjutkan dengan rekonsialiasi dengan orang tua ,bahagia sekali bisa curhat dan berdekatan hampir seharian bersama orang tua. Momen ini  sungguh mahal karena orang tua dapat menemani kami,anak-anaknya tentu juga karena meluangkan waktu di antara kesibukan rutin beliau. Apalagi hari Senin adalah hari awal kerja. Semua itu tidak terasa karena hasil yang diperoleh lebih dasyat. Orang tua diminta memberikan masukan pada penyelenggaraan acara rekoleksi orang tua bersama anak,yang konon kabarnya baru pertama kali diadakan mulai tahun ini. 

.Setelah itu, kami diberi waktu untuk menikmati snack, lalu pulang. Sungguh pengalaman rekoleksi yang sangat bermakna bagi kami semua dan juga orang tua kami. Terima kasih sekolahku,terima kasih Suster Noorwindhi Kartika Dewi ,OSU.aku bangga menjadi salah satu bagian SMP santa Ursula.