MEMBUAT ROSARIO MERAH PUTIH SENDIRI

 

JAKARTA,SMP SANTA URSULA- Salah satu kegiatan pasca ulum murid-murid SMP Santa Ursula kelas 7 mengisi waktu luang dengan membuat rosario merah putih.

Pada tanggal 1 Juni 2016 siswi kelas 7 SMP Santa Ursula diajak membuat rosario merah putih dengan dibimbing oleh Suster Asia serta para guru. Kegiatan tersebut dimulai dengan berdoa,dilanjut dengan pembagian bahan lalu memulai membuat rosario merah putih.

Semua peserta menyimak tata cara pembuatan rosario merah putih dan mencoba mempraktekkannya.Sebagian murid-murid berhasil dan dapat membuatnya dengan lancar tetapi tak jarang juga terdapat murid yang tampak kesulitan, bahkan bingung harus memulai dari mana.Pada akhirnya guru-guru dan siswi yang sudah lancar membuat rosario membantu siswi yang kesulitan,suasana kekeluargaan dan peduli terbina.Setelah cukup lama menyusun manik-manik pada rosario yang dibuat dengan penuh kerja keras, akhirnya rosario pun jadi dan siap diberkati pada saat Misa Sukur mengakhiri tahun pelajaran 2015-2016. Para peserta didik SMP Santa Ursula kelas 7 turut bangga atas pengalaman baru  membuat rosario merah putih.Sebagian rosario yang dibuat dinikmati dan disimpan individu yang membuat, sebagian juga berbaik hati menyumbangkannya kepada umat Katolik yang membutuhkan.

 

Berita oleh Zefanya Feivel VII-2/35

 

Berkreasi dalam Pembuatan Laporan

 

Jakarta – Kesibukan terlukis dengan jelas melalui gurat wajah siswi kelas 7 SMP Santa Ursula pada Selasa (7/10) dalam kegiatan mereka membuat laporan hasil workshop, kunjungan, dan bakti alumni yang telah dilaksanakan sebelumnya. Laporan tersebut dapat berupa puisi, mading, pantun, slogan, dan sebagainya sesuai kreativitasdariparasiswi.

 

Berbekal arahan dasar dari para wali kelas masing – masing kelas, para siswi tersebut bekerja dengan mengembangkan ide – ide kreatif mereka.Para siswi yang tengah bekerja dalam kelompok yang telah dibagi sebelumnya per kelas mereka masing – masing tampak menekuni pekerjaan mereka dengan semangat seraya bercanda dan tertawa riang di tengah proses penyelesaian laporan tersebut.

 

Kegiatan pembuatan laporan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan pascaulangan umum. Hasil dari workshop, kunjungan, dan bakti alumni yang telah dilakukan sebelumnya dituangkan dalam laporan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban para siswi kelas 7 SMP Santa Ursula atas kegiatan yang telah dilakukan.

 

Pada akhirnya, laporan yang telah dibuat itudapat dilihat pada papan softboard kelas masing – masing untuk kemudian dapat dilihat dan menjadi pembelajaran bagi siswi lainnya.

 

 

Imke Puling/VII – 4/16

 

 

 

 

KEMERIAHAN CLASSMEETING

Classmeet, merupakan suatu acara yang lumayan ditunggu-tunggu oleh sebagian besar siswi SMP Santa Ursula, Jakarta karena acaranya yang seru-seru, daN mereKa dapat berkenalan dengan kakak kelas maupun adik kelas. Classmeet juga berarti bahwa kita semua telah menyelesaikan satu semester kami, hanya tinggal menunggu rapor. Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini di-manage oleh OSIS yang kali ini OSIS periode 2016-2017.

Acara ini terbagi menjadi 2 hari, yaitu pada tanggal 13 dan 16 Juni 2016. Pada hari pertama dilaksanakan 3 perlombaan, yaitu kasti, futsal, dan estafet. Pertandungan kasti dan futsal dilaksanakan di lapangan parkir depan. Acara lumayan meriah karena tercetak skor yang beda tipis. Sedangkan estafet dilaksanakan di dalam sekolah yang dimulai di aula SMP. Estafet ini merupakan games yang berjumlah 5, yaitu terdiri dari, Lomba Stick Upin&Ipin, Fire Water Lemon, What’s in My Mouth, Whisper Challenge, dan lomba memindahkan kacang hijau menggunakan sumpit. Tim yang tercepat menyelesaikan semua games adalah pemenang. Saat estafet, para supporter dengan antusias mendukung tim nya masing-masing dengan menyanyikan yel-yel atau hanya sekadar berteriak memanggil nama temannya yang main.

Pada hari kedua, yaitu tanggal 16 Juni, dilaksanakan 3 lomba pula, yaitu Lip sync Battle, debat, dan MD Parody. Sama halnya seperti hari pertama, hari kedua sangat meriah, terutama ketika Lip sync Battle karena banyak yang berakting layaknya penyanyi sungguhan lagu tersebut dan dengan hal tersebut itu sangatlah menghibur seluruh siswi dan para guru. Ketika debat, banyak dari kami bertepuk tangan ketika jawaban yang diberikan oleh seseorang tersebut sangatlah bagus. Selain itu, saat MD Parody, hampir semua penampilan mengundang tawa dari seluruh siswi.

Waktu berjalan sangat cepat, lomba pun berakhir dan saatnya untuk pengumuman pemenang lomba. Ketika dibacakan pemenangnya, para kelas yang menang bersorak sangat meriah. Pengumuman pemenang pun selesai, dan berarti rangkaian acara classmeeting telah selesai. Setelah itu, kami semua latihan menyanyi untuk Misa Syukur Kenaikan Kelas.

Workshop Narkoba YCAB-

NARKOBA BUKAN PILIHAN

JAKARTA, (SANUR POST) Selasa(31/5) diadakan penyuluhan anti narkoba untuk para sisiw kelas 7 dalam rangka kegiatan pasca ulangan umum. Penyuluhan ini diberikan oleh Elsar Dolittle Alibertu Hayer, atau yang biasa dipanggil Elsar dari Yayasan Cinta Anak  Bangsa (YCAB).  Dalam workshop ini, selain diberikan pengetahuan tentang narkoba, para siswi juga diberikan kemampuan untuk  menolak dan menghindari narkoba.

 Kegiatan pasca ulangan umum di SMP Santa Ursula diisi dengan berbagai kegiatan yang berguna bagi para siswi, salah satunya adalah workshop anti narkoba yang diadakan pada Selasa(31/5) untuk para siswi kelas 7. Maraknya kasus narkoba dan predikat darurat narkoba untuk Indonesia membuat siapa saja dapat terjerat narkoba, termasuk anak-anak. Oleh karena itu, sangat penting agar para siswi memiliki pengetahunan tentang narkoba dan mengetahui  cara menghindari narkoba. Penyuluhan ini diberikan oleh Elsar Dolittle Alibertu Hayer, atau yang biasa dipanggil Elsar sebagai trainer dan conselour dari Yayasan Cinta Anak  Bangsa (YCAB). YCAB adalah sebuah organisasi yang memberikan workshop narkoba untuk berbagai institusi formal sejak 1999. Dalam workshop ini, selain diberikan pengetahuan tentang narkoba, para siswi juga diberikan kemampuan untuk  menolak dan menghindari narkoba, seperti dengan metode probing,broken records, pointing out consequences, dan change topic. Pengetahuan tentang berbagai penyakit seperti  HIV,AIDS, dan hepatitis juga diberikan. Para siswi terlihat bersemangat dan antusias, terutama saat games dan belajar mengingat dengan menggunakan gaya-gaya tertent .“Saya senang banget, seru, saya tertarik,”ujar Agnes, salah satu siswi yang mengikuti workshop ini. “Jalani hidup dengan talenta diri sendiri, bergaul yang positif, bersenang-senang, bergaul dengan teman,itu boleh,  tapi tidak perlu merokok dan menjadi pecandu narkoba,” pesan Elsar untuk para generasi penerus bangsa. Harapannya, workshop ini dapat menyadarkan para siswi bahwa narkoba sangat berbahaya, harus dihindari, dan bukan pilihan yang tepat untuk mengatasi apapun juga.

Maria Bernadine Aurelia

VII-3/22

 

----------------------------------------------------------------------------------------------

 

Kunjungan pabrik Nestle-

                                          MENGENAL DUNIA INDUSTRI

JAKARTA,(SANUR POST) Salah satu kegiatan pasca ulum yang juga berguna bagi para siswi adalah kunjungan pabrik. Kamis(2/6) para siswi kelas 7 berkunjung ke pabrik Nestle, Karawang. Para siswi diperkenalkan kepada sistem CSR(Company Social Responsibility)  dan sejarah Nestle. Ibu Elisabeth, Ibu Eliza, ibu Dora, Pak Danang, dan Pak Kesit memandu kegiatan para siswi hari itu.

Pengetahuan tentang industri sangat dibutuhkan oleh para siswi sebagai bekal di masa depan. Mengenali macam-macam pekerjaan yang dibutuhkan dalam sebuah perusahaan dapat menjadi inspirasi utnuk para siswi memilih bidang yang akan digeluti di masa depan. Kamis(2/6) siswi SMP Santa Ursula berkunjung ke salah satu perushaan makanan terbesar di Indonesia, Nestle. Ibu Elizabeth dan Ibu Dora selaku sales menyambut kedatangan para siswi dan memandu kegiatan para siswi di galeri perusahaan. Para siswi diperkenalkan pada sejarah berdirinya perusahaan Nestle beseta munculnya berbagai produk Nestle yang kini beredar di Indonesia, para siswi juga diberi pengetahuan tentang proses pengolahan produk Nestle sampai terhidang untuk dikonsumsi, dan berbagai program Nestle untuk memajukan kesehatan Indonesia. Para siswi juga dapat melihat proses terakhir produksi makanan, yaitu pengemasan.  Selain itu, para siswi juga diperkenalkan  dengan sistem CSR(Company Social Responsibility) yaitu tanaman hidroponik dan aquaponik yang   dipandu oleh Pak Kesit selaku head of CSR perusahaan. Para siswi terlihat antusias terutama saat mengunjungi  kebun hidroponik dan saat games. “Kunjungan pabrik Nestle sangat berkesan untuk saya. Karena disitu saya diajarkan banyak hal yang belum pernah saya ketahui sebelumnya, seperti hidroponik dan aquaponik, juga cara pabrik mengolah makanan, saya sangat menikmati dan begitu tertarik dengan apa yang ada di pabrik Nestle,” ujar Livia Monika, salah satu siswi yang ikut serta dalam kunjungan ke pabrik Nestle. Diharapkan, kunjungan pabrik ini dapat menjadi suatu pengalaman yang tak terlupakan dan dpaat memperkenalkan dunia kerja pada para siswi.

Maria Bernadine Aurelia

VII-3/22