Jl. Pos No. 2, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10710 (021) 384-0915 yaysatyabhakti@santaursulajakarta.sch.id

Passion Menghasilkan Prestasi

Ursula – Masa pandemi tidak menjadi penghalang untuk berkarya bagi Cathleen Mulan Tyas Ho yang biasa disapa sebagai Mulan, salah satu murid SD Santa Ursula Jakarta. Melalui karyanya, Ia meraih rekor MURI ‘Pelatihan Menggambar Edukatif Secara Daring oleh Pelatih Termuda’ Rekor ini langsung diberikan secara virtual pada tanggal 16 Januari 2021.

Meskipun pada awalnya menggambar merupakan kegiatan mengisi waktu kosong di rumah selama liburan, Mulan menemukan passion barunya menjadi guru. Kelas yang dinamai ‘Mulan’s Art Class’ pertama kali diadakan pada tanggal 11 Juli 2020 dan setiap minggunya semakin berkembang, yang pada awalnya hanya tujuh anak hingga sekarang sudah diikuti oleh delapan puluhan anak-anak.

“Waktu libur di rumah, nggak ada kegiatan sehingga menjadi bosan, Papa dan mama kumpulin Mulan dan adik-adik dan mengajak kita untuk memikirkan kontribusi masing-masing di rumah. Awalnya memikirkan mau melakukan sesuatu yang positif namun belum memikirkan bentuknya seperti apa.” Ucap Mulan.

Ia menambahkan kegiatan kelas menggambar ini berawal sewaktu Ia menemani adiknya, Anja untuk ikut kelas menggambar online. Kemudian muncul pikiran bahwa Ia juga bisa mengajar menggambar.

Dukungan Orangtua

Ide yang muncul untuk mengajar kemudian disampaikan Mulan ke orangtuanya. Orangtuanya mendukung dengan syarat harus profesional dan konsisten.

“Mama bangga Mulan berani mencoba dan konsisten meneruskan kelas menggambar sampai sekarang. Sedangkan papa senang karna ada yang ikutin jejak papa mengajar.” Ucap Mulan.

Dukungan yang diberikan oleh orangtua Mulan juga disertai dengan tindakan. Alat-alat mengajar Mulan dipinjam dari Papanya, Stefanus Honorus sedangkan ibunya Susana Rosalia Nyantyasningsih membantu promosi kelas melalui jejaring sosial.

“Kadang kalau papa ga ngajar, papa jadi co-host bantu Mulan kalau ada anak yang bertanya. Jose adik Mulan juga bantu sekaligus jadi pesert gambar.”

Murid-murid Mulan’s Art Class awalnya adik-adik Mulan, kemudian berkat bantuan promosi teman-teman papa-mamannya, banyak anak yang mau bergabung di Mulan’s Art Class. Orangtua peserta gambar juga berkontribusi memberikan testimoni di Instagram mengatakan kalau anaknya senang ikut Mulan’s Art Class.

Teaching

Mendapatkan passion baru, menantang Mulan untuk terus konsisten dan profesional dalam mengajar Mulan’s Art Class. Mulan yang awalnya mempunyai cita-cita sebagai dokter mata, sekarang menikmati waktunya untuk mengajar gambar.  

“Menjadi guru memberi kesenangan juga untuk Mulan. Senang karna adik-adik peserta happy dengan hasil gambarnya dan puas waktu ada anak yang bilang ‘Aku ternyata bisa gambar ya’ meski awalya ada yang ga percaya diri dan nangis.”

Menjadi guru juga mengajarkan Mulan bagaimana harus sabar dan bisa menyemangati murid-muridnya. Kepribadian yang berbeda-beda menjadi tantangan bagi Mulan, tidak hanya itu, mengajar berarti juga harus mempersiapkan materi, peralatan, simulasi, dan sertifikat untuk tiap-tiap peserta.

“Dari situ Mulan lebih harus belajar manage waktu antara waktu belajar sekolah dan juga waktu untuk persiapan mengajar, meski awalnya sulit, namun sekarang sudah terbiasa.”

Mulan’s Art Class diadakan tiap hari Sabtu. Setiap Sabtu ada dua sesi. Sesi 1 jam 11.00-12.00 WIB, sesi 2 jam 13.30-14.30 WIB melalui media virtual Zoom Meeting. Dalam satu hari, pesertanya berkisar antara 15-30 orang anak. Kelas diisi dengan memutarkan video edukasi tentang apa yang akan digambar, mengajar gambar dan foto bersama.

Tema gambar awalnya diambil dari berbagai sumber, seperti Natgeo Wild, menonton Satwa Langka, buku-buku dan internet. Kemudian karna antusiasme peserta, maka diadakan diskusi di akhir sesi mengajar agar para peserta bisa mengajukan tema gambar selanjutnya.

“Dari tema yang sudah ditentukan, Mulan mempelajarinya dan membuat video untuk materi agar anak-anak juga mengerti materi yang digambar, seperti habitat, gaya hidup, cara berkembangbiak, dan banyak lainnya.”

Rekor MURI

Pada tanggal 16 Januari 2021, Mulan mendapatkan penghargaan MURI sebagai ‘Pelatih Termuda Kelas Menggambar Online’. Penghargaan ini diserahkan secara virtual oleh Tim Muri yang diwakilkan oleh Direktur Museum Rekor Dunia Indonesia, Osmar Semesta Susilo.

“Saya senang mendapat penghargaan sebagai pelatih termuda. Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik Mulan’s Art Class, mama dan papa, adik-adik, keluarga eyang, popo, bude, tante, om, guru-guru dan teman-teman.” Ucap Mulan.

Ia bersyukur karena Mulan’s Art Class menjadi tempat belajar yang menyenangkan bagi para peserta gambar berkat support dan bantuan orang-orang sekitarnya.

Ia berharap prestasi yang diperoleh tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Ia ingin mengembangkan potensi yang sudah dia punya. Ia berharap bisa mengajar anak-anak di seluruh Indonesia dan juga ingin membantu anak-anak yang membutuhkan, seperti anak-anak panti asuhan.

Keep practicing and always remember You are amazing!” Pesan Mulan.

Ia mengatakan bahwa practice itu seperti menabung – menabung skill dan knowledge, yang suatu saat bisa menjadi modal di masa depan. Ia juga berpesan agar anak-anak harus selalu yakin pada diri sendiri dan mengaggap tiap-tiap pribadi amazing.

“Kalau kita yakin dan berani mencoba sesuatu, siapa tau sewaktu mencoba hal yang baru bisa menemukan passion baru.” Ucap Mulan di akhir wawancara.